Jumat, 27 Juni 2014

Save Old Batavia

Save Old Batavia, kata-kata ini saya ambil dari organisasi yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan Kota Tua Jakarta yaitu Old Batavia Foundation atau OBF.

Kota Tua Jakarta, tempat ini sudah tidak asing di masyarakat ibu kota. Khususnya para kawula muda yang sering menghabiskan waktu untuk sekedar bersantai sambil menikmati wisata kuliner khas betawi ( seperti kerek telor ) maupun melihat pertunjukan seni dan budaya yang sering di adakan di Kota Tua Jakarta.

Kota Tua Jakarta juga di kenal dengan sebutan Batavia Lama, adalah sebuah wilaya kecih di Jakarta. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat ( Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka ).
Penduduk asli batavia di sebut "Batavianen" kemudian di kenal sebagai suku Betawi, terdiri dari etnis Kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia.

Dalam pengembangan daerah Jakarta, beberapa bangunan atau tempat yang berada di daerah Kota Tua Jakarta di hancurkan dengan alasan tertentu. Beberapa tempat tersebut adalah :
  1. Benteng Batavia di hancurkan antara 1890-1910, beberapa material di gunakan untuk pembangunan istana Daendels ( sekarang Departemen Keuangan Nasional ).
  2. Gerbang Amsterdam ( lokasinya berada di pertigaan jalan cengkeh, jalan tongkol, dan jalan nelayan timur. Di hancurkan untuk memperlebar akses jalan ). Di hancurkan pada tahun 1950an untuk pelebaran jalan.
  3. Jalur Trem Batavia ( jalur ini pernah ada di kota Batavia) tetapi sekarang sudah di timbun dengan aspal. Karena presiden Soekarno menganggap jalur ini membuat macet.
Kota Tua Jakarta merupakan bagian dari sejarah bangsa, banyak keunikan yang dapat di lihat dari arsitektur gedung-gedung yang berdiri di sana.
Revitalisasi Kota Tua bukan hanya menyelamatkan bangunan kolonial, namun sekaligus menghargai sejarah bangsa.

Kota Tua bukan hanya sekedar tempat wisata semata, tapi Kota Tua juga dapat memberikan banyak ilmu sejarah yang bermanfaat. Di Kota Tua juga terdapat Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Museum Bank Mandiri.
Tapi sayangnya, banyak orang yang berkunjung ke sana namun melupakan museum-museum tersebut.

Saya bangga sebagai anak bangsa yang memiliki banyak budaya. Keanekaragaman budaya Indonesia yang menjadi magnet hingga banyak turis asing yang datang berkunjung ke Indonesia, itu semata untuk mengenal seni dan budaya Indonesia.
Tapi saya juga sedih karena pemerintah pusat masih menutup mata dalam pengembangan Kota Tua. Sebenaranya Kota Tua ini merupakan aset wisata budaya yang besar dan sangat menguntungkan karena dapat membantu ekonomi menengah kebawah yang berjualan cinderamata khas budaya Indonesia bukan hanya Betawi saja, itupun jika dapat di kelola dengan baik.

Saya bangga saat ini banyak anak-anak muda yang peduli terhadap pelestarian dan pengembangan Kota Tua, mereka tergabung dalam sebuah group Old Batavia Foundation.
Mereka juga yang membuka mata dan pikiran saya untuk sama-sama menjaga dan melestarikan Kota Tua, kalau bukan kita siapa lagi yang peduli dengan budaya bangsa dan peninggalan-peninggalah sejarah yang memiliki nilai besar.

Kita tidak perlu berperang melawan penjajah dan berdarah-darah untuk dapat merdeka. Kita sudah dapat merasakan kemerdekaan itu dari kerja keras para pahlawan kita yang telah berjuang.
Yang harus kita lakukan sekarang adalah membangun dan mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai kegiatan yang positif. Salah satunya kita dapat memberikan konstribusi terhadap pengembangan Kota Tua dalam menjaga juga melestarikannya.
Sebab bangsa yang besar adalah yang dapat menghargai jasa para pahlawannya.

Semoga kita anak bangsa dapat tergerak memberikan hal yang positif untuk negri ini, karena sudah cukup negri ini berduka karena ulah pemimpinnya yang gagal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Semoga budaya kita pun tetap terjaga kelestariannya dan tidak ada campur tangan dari pihak asing.
Dan semoga mimpi Kota Tua untuk menjadi kota wisata sejarah yang besar dapat terwujud, yang dapat menyaingi Kota Tua Malaka di Malaysia atau di Venezia.

Bangun Indonesia ku, jangan lagi engkau bersedih....
Kami selalu berdiri menjagamu, dari kejahatan para pemimpin yang tidak bertanggung jawab....
Dari para pemimpin yang hanya menggunakan kekayaan alam dan budayamu demi kepentingan pribadi dan golongannya saja....

*Mohon support dan dukungannya juga untuk Old Batavia Foundation, teman-teman yang ingin tau perkembangan Kota Tua dan info event menarik lainnya bisa follow @OldBataviaFoundation atau like fanpagenya di Facebook OLD BATAVIA FOUNDATION, terima kasih*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar