Pilihan....
Hidup memang tidak pernah bisa terlepas dari sebuah pilihan, tidak dapat di ingkari ketika pilihan tersebut bisa membuat seseorang galau.
Pilihan dalam menentukan pasangan, pilihan menentukan presiden yang saat ini sedang ramai di bicarakan oleh masyarakat. Dan menjadi topik hangat untuk membahasnya, malah tidak di pungkiri membahasnya bisa ikut terbakar....hahahaha, ya itulah politik.
Bicara soal pemimpin, sosok pemimpin seperti apa sih yang menjadi pilihan rakyat Indonesia?
Saya sendiripun tidak dapat menjawabnya, kenapa? karena dua kandidat capres yang sedang bertarung merebutkan kursi RI 1 bukan pilihan saya....hahaha
Hidup tidak pernah terlepas dari masalah yang datang silih berganti, terkadang kita tidak dapat mengikhlaskan apa yang kita punya harus hilang.
Takdir itu sudah menjadi ketetapan hidup yang harus di jalani, tidak seorang pun dapat bersembunyi dari takdirnya. Ketika takdir berkata kamu harus sakit, maka kamu sakit tidak dapat di hindarkan sekalipun kamu sudah berusaha dengan segala upaya kamu menjaga kesahatan tubuh dan jiwa mu.
Dan apa yang saya alami adalah bagian dari takdir kehidupan yang harus saya lewati, nasib seseorang bisa di rubah tapi takdir tidak ada seorangpun yang dapat mengubahnya sekalipun dia seorang jenius atau bahkan seorang profesor pun tidak akan dapat merubah takdir hidupnya.
Kita di ciptakan ke dunia menjalani hidup agar menjadi seorang yang baik. Tidak perlu memaksa diri untuk menjadi yang terbaik jika semua di luar kemampuan mu, sudah lebih dari cukup kamu bisa menjadi orang yang baik untuk hidup dan orang-orang sekitar mu. Setidaknya kamu bukan seorang pecundang juga bukan seorang yang tidak berguna apa-apa untuk hidup mu sendiri.
Optimis dalam menjalani hidup itu di perlukan agar kamu tidak patah semangat ketika hidup mu berada di titik yang rendah.
Menjadi seorang yang pesimis bukanlah pilihan yang baik, tapi tidak bisa di bantah ketika pesimis itu ada menggoyahkan langkah mu itu hal yang wajar.
Saya juga pernah merasa pesimis terhadap mimpi dan cita-cita besar hidup saya, tapi seketika pesimis itu hilang ketika saya mengingat tujuan mimpi itu adalah untuk memberi bahagia bagi orang-orang yang saya sayangi. Cita-cita itu adalah kekuatan untuk saya bertahan untuk terus melangkah.
Pilihan, jika saya dapat memilih untuk terlaahir kembali...saya ingin terlahir bukan menjadi diri saya tapi itu tidak mungkin terjadi karena hidup hanya sekali.
Apapun yang menjadi pilihan kita jangan pernah menyesalinya jika suatu saat pilihan yang telah kita pilih tidak membawa kita ke arah yang lebih baik.
Tetap berfikir positif, apapun yang saat ini saya, kamu dan kalian sedang rasakan jangan jadikan alasan untuk kita berhenti melangkah ke arah yang lebih baik.
Hidup itu pilihan, dan kamu tau apa yang terbaik untuk hidup mu jangan menggantungkannya pada orang lain. Karena orang lain hanya membuat kita kecewa, serahkan semua keluh kesah hidup pada sang pemilik kehidupan cuma Dia yang bisa menjawab atas pertanyaan pilihan hidup kita apa ini yang terbaik atau malah sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar